Ingin Mulai Investasi? Berikut 5 Jurus Jitu Paling Efektif

Investasi selalu identik milik orang berduit. Belum meratanya edukasi tentang investasi membuat anggapan jika orang miskin tidak bisa berinvestasi. Faktanya, tingkat penghasilan dan konsumsi masyarakat umumnya selalu berbanding lurus.

Semakin besar penghasilan yang didapat, semakin besar pula konsumsi dan gaya hidup yang dimilikinya. Sehingga analogi investasi hanya bisa dilakukan oleh orang kaya atau ketika memiliki duit lebih tidak sepenuhnya benar.

Pada prinsipnya setiap orang bisa berinvestasi, tanpa memandang status sosial, pekerjaan ataupun tingkat pendidikan. Kuncinya adalah mau belajar dan disiplin. Karena investasi tanpa pengetahun dan disiplin yang memadai akan memperbesar resiko yang kamu peroleh.

TERAPKAN TAHAPAN BERIKUT

ilustrasi investasi

  1.      Atur Keuangan Anda

Sebelum memulai investasi, ketahui dulu penghasilan dan pengeluaran rutin kamu dalam satu bulan. Idealnya, pengeluaran rutin bulanan (seperti untuk makan, bayar listrik, transportasi) 40% dari penghasilan. Lalu jika kamu memiliki kewajiban bulanan (seperti zakat, infaq atau sedekah) dan utang batasi nilainya di angka 30%. Kamu juga harus menyisihkan dana darurat yang bisa digunakan jika sakit atau ada keperluan mendesak sebesar 10%. Sementara untuk mendukung gaya hidup (seperti makan di café, nonton di bioskop), kamu bisa mengalokasikan 10% dari penghasilan, dan 10% sisanya baru Anda tempatkan untuk investasi.     

  1.       Tentukan Tujuan Investasi

Setelah mengetahui keadaan keuangan kamu, tentukan tujuan investasi yang diinginkan. Selain untuk memotivasi diri, tujuan investasi juga penting untuk menentukan berapa dana yang kita butuhkan di masa mendatang. Semakin besar tujuan investasi kamu, semakin besar pula dana yang dibutuhkan.

  1.       Pilih Jenis Investasi

Langkah selanjutnya adalah pilih jenis investasi yang sesuai. Jika kamu tipikal orang yang agresif namun memiliki dana yang kecil, pilihlah instrumen investasi pasar modal seperti reksa dana saham, atau saham. Namun jika kamu tipikal pribadi yang konservatif dan berdana minim, pilihlah instrumen pasar modal yang relatif minim resiko seperti reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap. Tetapi jika kamu memiliki dana yang besar dan agresif, selain bisa investasi di saham juga bisa diversifikasi ke sektor riil, seperti pasar komoditas atau properti. Sebaliknya jika kamu tergolong orang yang konservatif namun memiliki dana besar bisa masuk ke instrumen obligasi atau keuangan seperti deposito.

  1.       Jangka Waktu

Kunci dalam berinvestasi adalah harus disiplin. Untuk itu, lakukan secara rutin (berkala) agar tidak terbebani. Setelah itu, tentukan jangka waktu yang diinginkan dalam mencapai tujuan investasi. Semakin lama jangka waktu investasi kamu, semakin besar pula potensi keuntungan yang bisa didapat.

  1.       Mulai Sedini Mungkin

Terakhir dan yang paling penting adalah mulai berinvestasi. Seberapa bagus pun perencanaan dan strategi yang telah kamu buat akan menjadi percuma jika tidak ada kemauan untuk memulainya. Kapan waktu terbaik untuk investasi? Jawabannya adalah sedini mungkin. Semakin muda kamu memulai investasi, semakin baik hasil yang akan didapat.

Jadi tunggu apalagi, segera terapkan 5 jurus jitu ini dan mulai investasi kamu sekarang juga.

10 Ciri-Ciri Orang Sukses

6 Cara Jadi Kaya Ala Warren Buffet Buat Pemuda Pemudi Jaman Now